Sabtu, 12 Juni 2010

its like my head know whats right but my heart is being retarded and still cares

thats what happened to me
saya tau bahwa ini sudah menjadi akhir dari harapan saya selama ini
capek berharap, kadang - kdang benciiiiiii setengah mampus, tapi kadang - kadang kembali berpikir.... mungkin ini rintangan berikutnya!

jadi sebenernya gimana sih???
should I still care? or I have to kick him out from my life???? **ga tegaaaa (T__T)**

tidak ada lagi dukungan dari mana - mana, bahkan dari ibu dan papapun tidak
mereka yang sebelumnya menggebu - gebu, sekarang balik melarang : TIDAK PERLU ADA KOMUNIKASI LAGI ANAKKU!!
so... disini sekarang saya berjalan sendiri, benar - benar mengimbangi antara perintah otak saya yg waras dan hati yg absolutetly retarded dalam hal ini, just follow the real flow... ikuti kemana air mengalir, i'll do my best, God the rest...

sempet sakit hati krn pulang kemarin papa sampe bilang : ya ampun, kamu ini kenapa sih???? papa itu sudah sampe capek berdoa, tapi kamu begini terus begini terus, mau sampe kapan sih?????
I cant answer your question daddy, saya tidak pernah tau nasib akan membawa saya kemana, apa karma yang akan saya terima sebagai akibat dari perbuatan saya selama ini, maafkan kalau saya membuat papa lelah berdoa... tapi kita semua ingin yang terbaik, sabar ya papaku tercinta.... i'll do my best, trust me :)
suatu saat nanti, tapi entah kapan, someone will come and we will live happily ever after

inilah yg salah dari pandangan hampir semua makluk di dunia raya bahwa seseorang itu dinyatakan sempurna saat mereka sdah menemukan SOULMATEnya
padahal... hidup saya sempurna, hidup kami almost perfect
justru krn desakan dari berbagai sisi, faktor tuntutan lingkunganlah yang 90% menyebabkan kekhawatiran mengenai perihal jodoh yg tak kunjung datang itu muncul
coba, seandainya tidak ada tante2 yang bertanya - tanya, tidak ada teman yg ngeledekin, tidak ada pola pikir seperti itu, mungkin saya akan cuek - cuek aja, karena.... yah, you can see, I'm a single fighter, I have a happy life, bahkan lebih bebas dan bahagia dr mereka yg mempunyai pasangan, then why shoyld I worry??? ya karena, hampir semua yg sudah agak lama tidak bertemu dengan saya selalu bertanya : "kamu udah punya cowo beluuummm"

ada kalanya kita bisa saja dengan mudah cuek, ah.. kalem aja, nanti juga ada
tapi ada kalanya juga ada beberapa pernyataan dan pertanyaan yg membuat saya tersinggung, dan bahkan beberapa kali ingin melemparkan benda keras terdekat ke kepala yang bersangkutan.. tapi apa daya : itulah kehidupan, u have to follow the rule, hukum alam, saya hanya 1 dari 100 orang yg belum pernah punya pacar di usia 22 tahun, kalah suara... jelas!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar