baru aja baca bukunya Radith yang baru.. agak telat soalnya belinya 1 minggu setelah terbit, dan alhasil keabisan di toko - toko buku, sukses dapet ni buku di PVJ itupun setelah susah payah ngerayu Putra dengan nasi Lawar di Pura.
ada 1 kalimat di buku yang gw suka, Radith ambil dari Oscar Wilde, isinya gini :
seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita telah bersilang jalan satu sama lain, tetapi kita tidak membuat sinyal, kita tidak mengucapkan sepatah katapun, kita tidak punya apapun untuk dikatakan
i love that sentence...
mengingatkan saya dengan keadaan saat ini
antara saya dan linlung
kami saling menyapa, saling berkabar, saling meminta bantuan... tapi hanya di dunia tidak nyata a.k.a maya a.k.a dunia elektronik, hanya lewat telpon, sms, chatting, facebook, disaat kami berada dalam jarak yang sangat dekat, bahkan terlalu dekat untuk tidak saling bertegur sapa, pada kenyataannya adalah kami malah tidak saling menyapa (atau saya menyapa dan dia tidak memberi respon), disaat jarak diantara kami, tidak lagi membutuhkan alat komunikasi untuk saling berkabar.. tidak ada seorangpun diantara kami yang berinisiatif untuk menyapa atau mengajak bertemu, bersilaturahmi
beberapa kali dia ke Bandung, memberi tahu saya... menanyakan jalan,,, tetapi tidak ada niatnya untuk menemui...
bahkan,, saat saya berada di BIP dan dia di BEC pun, kami tidak punya keinginan untuk bertemu, alasan saya : tidak siap mental, alasan dia : buru - buru
sungguh terlalu.....
di saat kamu sedang berkhayal untuk terbang terlalu tinggi harus ada orang lain yang harus membangunkan kamu, and now... I'm waiting for someone who can wake me up from this dreams, and say : wake up the dream is over!!!
masih mengutip kata - kata dari bukunya Suhu Radith juga :
seorang yang jatuh cinta diam - diam, mungkin awalnya berdoa : "moga - moga muka gw besok berubah dan dia mau ama gw", pada akhirnya doa tersebut tidak terkabul dan kita mulai berdoa dengan lebih realistis, " moga - moga dia bahagia dengan siapapun yang dia dapatkan nanti"
pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam - diam hanya bisa mendoakan, mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap. orang yang jatuh cinta diam - diam pada akhirnya menerima. orang yang jatuh cinta diam - diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. dan yang sebenarnya kita butuhkan adalah merelakan. orang yang jatuh cinta diam - diam hanya bisa, seperti yang sering mereka lakukan.... jatuh cinta sendirian
dalem dalem.... itu dalem banget suhu (menangis terharu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar